Loading...

Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal

Penulis

Andreas Daniel
STFT Widya Sasana Malang
Author
Paulus Febri Rabuni
STFT Widya Sasana Malang
Author

Abstrak

Fokus penelitian ini pada penggalian konsep liyan sebagai wajah kemiskinan menurut pemikiran Armada Riyanto. KBBI mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi masyarakat yang tidak berharta, serba kekurangan atau berpenghasilan sangat rendah. Mereka hanya dapat memenuhi kebutuhan minimum untuk mempertahankan kehidupan. Menurut Armada, kemiskinan dapat terlihat dengan jelas pada wajah mereka yang terpinggirkan, disingkirkan, dibungkam dan menjadi korban ketidakadilan. Armada menyebut mereka sebagai liyan atau pribadi yang lain karena mereka dimarginalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, penggalian konsep liyan sebagai wajah kemiskinan dalam pemikiran Armada Riyanto akan menemukan nilai-nilai sosial maupun etis seperti kesetaraan dan martabat liyan, keadilan sosial dan sikap solider terhadap liyan. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur liyan Armada Riyanto dan juga kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa liyan merupakan kritik terhadap masyarakat yang menormalisasikan ketidakadilan. Karena itu, eksistensi liyan harus diperhatikan, diakui dan diayomi supaya terciptalah keadilan dalam tatanan hidup bermasyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Armada Riyanto. Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius, 2018.

Bauman, Zygmunt. Postmodern Ethics. Blackwell, 1993. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/072551369504200115.

Budianto, CM, Antonius Sad. IA MEMBUAT SEGALANYA MENJADI BAIK Berjalan Bersama Santo Vinsensius Depaul. Prigen, Jawa Timur: Percetakan Lumen Christi, Malang, 2009.

Enggo, Edelbertus Edwardo, and Antonius Denny Firmanto. “Epifani Wajah Liyan Dalam Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan (Telaah Menurut Konsep Wajah Emmanuel Levinas).” Jurnal Filsafat Indonesia 7, no. 1 (2024): 110–16. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i1.71454.

Firmanto, Antonius Denny. Buku Eklesioologi Asia. Malang: Widya Sasana Publication, 2021.

Fraser, Nancy. Justice Interruptus: Critical Reflections on the “Postsocialist” Condition. Routledge. New York: Routledge, 1997.

Mohammad Maulana Iqbal. “Kemiskinan Struktural Dan Mekanisme Survival Tukang Becak Di Terminal Bratang.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 12, no. 2 (2023): 212–21. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.49795.

Pandor, Pius. “Menghadirkan Wajah Gereja Berparas Kemanusiaan: Potret Gereja Menjadi.” In Menjadi Gereja Indonesia Yang Gembira Dan Berbelaskasih Dulu, Kini Dan Esok, edited by Raymundus Sudhiarsa SVD and Paulinus Yan Olla MSF, Seri Filsa., 25:233–72. Malang: STFT Widya Sasana, 2015.

Pierre B ourdieu. Distinction A Social Critique of the Judgement of Taste. United States of America: Harvard University Press, 1984.

Pranata, Adrianus Yoga. “Empati Yang Rasional Dan Relasional.” Forum 50, no. 1 (2021): 1–14. https://doi.org/10.35312/forum.v50i1.325.

Purwanti, Endang. “Analisis Deskriptif Profil Kemiskinan Indonesia Berdasarkan Data BPS Tahun 2023.” AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis 4, no. 1 (2024): 1–10. https://doi.org/10.37481/jmh.v4i1.653.

Putri, Anggi Koenjaini. “The Influence of the #MeToo Movement on Socio-Political Dynamics in the MENA Region.” Jurnal SOSIAL SOEDIRMAN 7, no. 1 (2024).

Riyanto CM, Armada. Remah Dan Daun Kering Meditasi Spiritual-Teologis. Malang: Penerbit Widya Sasana Publication, 2021.

Riyanto, F X Eko Armada. Dekolonisasi: Filsafat-Metodologis Kesadaran Tentang Liyan, Kekuasaan, Dan Societas “Kita.” Edited by Erdian, Herianto, and Kristi. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius, 2025.

Riyanto, F X Eko Armada, Pius Pandor, Gregorius Pasi, and Mathias Jebaru Adon, eds. Apakah Berpikir Sayap Filsafat Relasionalitas Liyan. Jakarta: Penerbit Obor, 2025.

RIYANTO, FX. EKO ARMADA. “Penindasan Minoritas Sebagai ‘Liyan’ (Other) Kritik Metodologi Dekolonisasi.” Seri Filsafat Teologi 33, no. 32 (2023): 01–25. https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v33i32.199.

Said, Edward W. Orientalists. Vintage Books A Division of Random House. New York: Vintage Books A Division of Random House, 1979. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226471099.003.0001.

Sen, Amartya. “Development as Freedom.” Oxford: Oxford University Press, 1999, 5. http://www.c3l.uni-oldenburg.de/cde/OMDE625/Sen/Sen-intro.pdf.

Setiawan, Prayoga, Masruri Muchtar, and Pardomuan Robinson Sihombing. “Determinan Tingkat Kemiskinan Di Indonesia.” Journal of Law, Administration, and Social Science 4, no. 1 (2024): 161–71. https://doi.org/10.54957/jolas.v4i1.688.

Sholahudin, Umar. “KEADILAN HUKUM BAGI SI MISKIN : Sebuah Elegi Si Miskin Dihadapan Tirani Hukum.” Journal of Urban Sociology 1, no. 1 (2019): 35. https://doi.org/10.30742/jus.v1i1.562.

Sinaga, Andreas Marison, F.X. Armada Riyanto, and Yohanes I Wayan Marianta. “Keadilan Dan Kesadaran ‘Aku’ Dan ‘Liyan’ Dalam Penegakan Hukum Kasus Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.” Sanjiwani: Jurnal Filsafat 14, no. 2 (2023): 186–94. https://doi.org/10.25078/sjf.v14i2.2542.

Sulaeman, A, Dhi Bramasta, and M Makhrus. “Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA).” Jurnal Literasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 2, no. 2 (2023): 87–96. https://doi.org/10.61813/jlppm.v2i2.34.

Sunoto, Heru. “Kemiskinan Struktural Di Perdesaan Dan Peran Pekerja Sosial Makro Pada Segmentasi Pemberdayaan Masyarakat,” 2015, 1–39.

Diterbitkan: Nov 18, 2025
Kata Kunci:
Liyan, Kemiskinan, Subjek Marginal, Wajah Kemiskinan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Liyan sebagai Wajah Kemiskinan: Telaah Pemikiran Armada Riyanto tentang Subjek Marginal. (2025). Serikat Kecil: Jurnal Studi Spiritualitas Vinsensian, 2(2), 82-96. https://doi.org/10.35312/hy0n4a15

Kata Kunci

##plugins.generic.webfeed.blockTitle##